PENGERTIAN HUBUNGAN ANTAR BUDAYA
- HUBUNGAN ANTAR BUDAYA
Hubungan antarbudaya hanya
dapat terjadi jika budaya – budaya tersebut saling berinteraksi
satu sama lain mulai kontak dan komunikasi. Proses inilah yang
menyebab buday berkembang. Ada 3 proses perkembangan suatu
kebudayaan, yaitu:
- Difusi
Difusi adalah proses
penyeberan unsur – unsur dari satu tempat ke tempat lain,
Contohnya: adanya migrasi penduduk dan makanan gudeg di kenal di mana
saja.
- Akulturasi
Adalah pencampuran
kebudayaan dari luar tanpamempengaruhi kebudayaan asli setempat.
- Asimilasi
Adalah proses perubahan
kebudayaan secara menyeluruh akibat membaurnya dua kebudayaan atau
lebih yang menyebabkan ciri kebudayaan asli tidak tampak lagi.
- Adapun komponen – komponen yang berpengaruh dalam hubungan antar budaya adalah sebagai berikut.
- Budaya dan komunikasi
Hubungan antarbudaya
dengan komunikasi penting di pahami untuk memahami komunikasi antar
budaya, oleh karena itu melalui pengaruh budayalah orang – orang
belajar berkomunikasi contoh: orang jawa, orang betawi, atau orang
amerika yang belajar berkomunikasi seperti orang – orang jawa,
orang – orang betawi, atau orang – orang amerika lainnya perilaku
tersebut dipelajari dan diketahui serta terikan oleh budaya.
- Persepsi
Persepsi adalah proses
internal yang kita lakukan untuk memilih, mengefaluasi, dan
mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Orang –
orang berperilaku sedemikian rupa sebagai hasil dari cara mereka
mengpersepsi dunia yang sedemikian pula. Perilaku – perilaku ini
dipelajari sebagai bagian dari pengalaman budaya mereka. Sebab setiap
budaya memiliki persepsi – persepsi yang berbeda – beda atas
dunia eksternal.
- Sistem – sistem kepercayaan, nilai, sikap
Kepercayaan
melibatkan hubungan antara objek yang dipercayai
karateristik-karateristik yang membedakannya. Derajat kepercayaannya
kita mengenai suatu peristiwa atau suatu subjek yang memiliki
kateristik-karateristik tertentu menunjukkan tingkat kemungkinan
subjektif kita dan konsekuensinya, juga menunjukkan kedalaman atau
intensitas kepercayaan kita. Budaya memainkan peranan penting dalam
pembentukan kepercayaan. Contohnya apakah kita menerima dan percaya
manfaat dari kopi, makanan dan minuman suplemen, daun the, bergantung
paada latar belakang budaya dan pengalaman-pengalaman kita .
- Pandangan Dunia (world view)
Pandangan
dunia membantu kita untuk mengetahui posisi dan tingkatan kita dalam
alam semesta. Oleh karena pandangan dunia begitu kompleks, kita sulit
melihatnya dalam suatu interaksi antarbudaya. Isu-isu pandangan dunia
bersifat abadi dan merupakan landasan paling mendasar dalam suatu
budaya. Pandangan dunia mempengaruhi kepercayaan, nilai, sikap,
penggunaan waktu, dan banyak aspek budaya lainnya.
- Organisasi Sosial
Cara
bagaimana suatu budaya mengorganisasikan dirinya dan
lembaga-lembaganya juga memengaruhi bagaimana anggota-anggota budaya
mempersepsi dunia dan bagaimana mereka berkomunikasi. Keluarga,
meskipun merupakan organisai sosial terkecil dalam suatu budaya,
mempunyai pengaruh penting dalam pengembangan nilai budaya dalam
masyarakat. Begitu juga dengan sekolah dan sekolah memiliki tanggung
jawab untuk mewariskan dan memelihara suatu nilai budaya.
- Proses-proses verbal
Proses-proses
ini (bahasa verbal dan pola berpikir) secara verbal berhubungan
dengan persepsi dan penberian serta pernyataan makna.
- Bahasa Verbal
Bahasa
verbal digunakan untuk menyajikan pengalaman-pengalaman dalam suatu
komunitas geografis atau budaya. Bahasa merupakan alat untuk
menyampaikan /menyalurkan kepercayaan dan nilai norma, bahasa juga
merupakan alat untuk berinteraksi dengan orang lain dan alat untuk
berfikir.
- Pola-pola berpikir
Terdapat
perbedaan perbedaan budaya dalam aspek berpikir. Perbedaan ini dapat
dijelaskan dengan membandingkan pola berpikir barat dan pola berpikir
timur. Dari perbedaan pola pikir tersebut memudahkan komunikasi antar
budaya kita.

Komentar
Posting Komentar