CONTOH MAKALA Manajemen keuangan lanjutan


Manajemen keuangan lanjutan



STRUKTUR MODAL DAN KINERJA
KEUANGAN

  1. Defenisi Struktur Modal
Ada beberapa pengertian struktur modal. Menurut Weston dan Copeland bahwa capital structure or the capitalization of the firm is the permanent financing represented by long-term debt, preferred stock and shareholder’s equity. Sedangkan Joel G. Siegel dan Jae K. Shim mengatakan Capital structure (struktur modal) adalah komposisi saham biasa, saham preferen, dan berbagai kelas seperti itu, laba yang di tahan, dan utang jangka panjang yang dipertahankan oleh kesatuan usaha dalam mendanai aktiva.
Sehingga dapat dimengerti bahwa struktur modal merupakan gambaran dari bentuk proposi financial perusahaan yaitu antara modal yang di miliki yang bersumber dari utang jangka panjang dan modasl sendiri yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaan.

  1. Pembagian dan Kebijakan Struktur Modal
Secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua yaitu;
  1. Simple Capital Structure, yaitu jika perusahaan hanya menggunakan modal sendiri saja dalam struktur modalnya.
  2. Complex Capital Structure, yaitu jika perusahaan tidak hanya menggunakan modal pinjaman dalam struktur modalnya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi struktur modal suatu perusahaan, yaitu;
  1. Bentuk atau karakteristik bisnis yang di jalankan;
  2. Ruang lingkup aktivitas operasi bisnis yang di jalankan;
  3. Karakteristik manajemen yang di terapkan di organisasi bisnis tersebut;
  4. Karakteristik, kebijakan dan keinginan pemilik;
  5. Kondisi micro dan macro economy yang berlaku di dalam negeri dan luar negeri yang turut mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan;

Menurut Brigham dan Houtson bahwa, kebijakan struktur modal melibatkan adanya suatu pertukaran antara resiko dan pengembalian:
  • Penggunaan lebih banyak utang akan meningkatkan risiko yang di tanggung oleh para pemenang saham.
  • Namun, penggunaan utang yang lebih besar biasanya akan menyebabkan terjadinya ekspektasi tingkat pengembalian atas ekuitas yang lebih tinggi.

  1. Rasio Struktur Modal
Adapun bentuk rasio yang dipergunakan dalam struktur modal ini George Foster mengatakan ada beberapa rasio yang representative yaitu;

Long-term liabilities
Shareholders’ equity

Dan

Current liabilities + Long-term liabilities
Shareholders’ equity

Keterangan :
  • Long-term liabilities = utang jangka panjang
  • Shareholders’ equity = modal sendiri
  • Current liabilities = utang lancar



  1. Struktur Modal (Capital Strukture) dan Kebijakan Perusahaan
Struktur modal bertujuan memadukan sumber dana permanen yang selanjutnya digunakan perusahaan dengan cara yang diharapkan akan mampu memaksimumkan nilai perusahaan. Bagi sebuah perusahhan sangat dirasa penting untuk memperkuat kestabilan keuangan yang dimilikinya, karena perubahan dalam struktur modal diduga bias menyebabkan perubahan nilai perusahaan.
Keadaan struktur modal akan berakibat langsung pada posisi keuangan perusahaan sehingga mempengaruhi kinerja perusahaan. Penggunaan modal dari pinjaman akan meningkatkan risiko keuangan, berupa biaya bunga yang harus dibayar, walaupun perusahaan mengalami kerugian.


  1. Teori Struktur Modal
  1. Balancing Theories
Balancing theories merupakan suatu kebijakan yang di tempuh oleh perusahaan untuk mencari dana tambahan dengan cara mencari pinjaman baik keperbankan atau juga dengan menerbitkan obligasi (bonds). Obligasi (bonds) adalah sebuah surat berharga (commercial paper) yang mencantumkan nilai nominal, tingkat suku bunga, dan jangka waktu dimana itu dikeluarkan baik noleh perusahaan ataupun government untuk kemudian dijual kepada publik.
  1. Pecking Order Theory
Pecking Order Theory merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh suatu perusahaan untuk mencari tambahan dana dengan caa menjual aset yang dimilikinya, seperti menjual gedung, tanah, aset-aset lainnya.


  1. Struktur Modal dan Sumber Dana Perusahaan
  • Sumber dana untuk pengeluaran jangka pendek
Adapun sumber-sumber dana yang bias dipakai untuk membiayai pengeluaran jangka pendek adalah:
  1. Pinjaman perbankan yang bersifat jangka pendek;
  2. Utang dagang;
  3. Factoring. Factoring merupakan suatu kondisi dimana sebuah pewrusahaan membutuhkan dana dan memiliki piutang perusahaan.
  4. Letter of credit (LC). Letter of credit menurut M. Fuad dkk, merupakan janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju (penjual) bila sejumlah kondisi telah terpenuhi.
  5. Pinjaman jangka pendek tanpa jaminan;

  • Sumber dana untuk pengeluaran jangka panjang
Adapun sumber dana yang bias dipakai untuk membiayai pengeluaran jangka panjang adalah:
  1. Penjualan obligasi , merupakan salah satu jenis surat berharga yang memiliki masa waktu yang panjang, biasanya masa tenornya mencapai 5 sampai 10 tahun.
  2. Utang perbankan yang bersifat jangka panjang. Disini sebuah perusahaan dapat meminjam dana yang berasal dengan perbankan dengan jangka waktu panjang seperti 10 hingga 15 tahun.


  1. Keputusan Kredit dalam Perspektif Teori Struktur Modal
Keputusan perusahaan dalam bidang ekspansi usaha dan penciptaan produk baru memiliki pengaruh besar bagi kebutuhan dana. Bagi suatu perusahaan jika kebutuhan dana untuk membiayai proyek yang bersifat banjangka panjang maka sebaiknya diambil dana yang berasal dari sumber jangka panjang seperti dari penjualan obligasi dan utang bank yang bejangka 10 sampai 15 tahun ke atas.
Penggunaan dana dengan cara seperti ini bertujuan pada dua hal yaitu:
  1. Memperlancar angsuran pembayaran agar selalu tepat waktu dan tidak terlambat;
  2. Mampu terus melaksanakan pengerjaan proyek sehingga tidak mengalami kendala dan berbagai permasalahan lainnya;
  3. Menghindari timbulnya black list diperbankan karena terlambat membayar atau tidak mampu melunaskan pinjaman;


  1. Risiko Berutang dalam Mata Uang Asing dan Pengaruhnya Bagi Struktur Modal Perusahaan.
Menurut prof. Ricardo Hausman dari School of Government , Harvard University dalam makalah yang dipersentasikan di Chulalongkorn University medio Oktober 2001, mengatakan bahwa bahaya utang dalamk empat kategori yaitu,
  1. Avoid short-term domestic public debt, it can kill you! (hindari utang public dalam negeri yang berjangka pendek; itu bias membunuhmu).
  2. But short-term debt in foreign currencly cal also kill you! (utang jangka pendek dalam mata uang asing juga bias membunuhmu).
  3. Dollar debt can kill you! (pinjaman dalam bentuk dollar juga bias membunuhmu).
  4. and even if they do not, the currency mismatches they generated make monetary policy less effective (dan bahkan jika mereka/ utang luar negeri tidak membunuhmu, problem kurs yang mereka ciptakan akan membuat kebijakan moneter menjadi tidak efektif).


  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Finansial
Menurut Agus Sartono berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi struktur financial;
  1. Tingkat pertumbuhan di masa dating apabila tingkat pertumbuhannya tinggi, leverage lebih besar sebaliknya bila tingkat pertumbuhan penjualan rendah.
  2. Stabilitas penjualan di masa datang, jika stabilitas lebih tinggi maka leverage lebih besar begitu pula sebaliknya.
  3. Struktur modal dalam industry, sebagai jaminan atas penggunaan utang. Selain itu kondisi persaingan dalam industri.
  4. Posisi kontrol dan sikap pemilik serta manajemen terhadap risiko, apabila pemilik sebagaian besar bersikap risk averter (menjauh dari risiko) maka utang akan lebih sedikit sebaliknya jika sikap pemilik adalah risk seeker (menyukai risiko) maka utang akan lebih besar.

















DAFTAR PUSTAKA

  1. Weston, J Fred and Thomas E. Copeland, 1986, Manajemen Keuangan, Terjemahan, Edisi kedelapan, Jilid 2, Binarupa Aksara, Jakarta (terjemahan). Hlm. 68.
  2. Joel G. Siegel dan Jae K. Shim, 1999, Kamus Istilah Akutansi, Elex Media Komputindo, Jakarta (terjemahan). Hlm.69.
  3. Jones, Charles P, 1992, Investments: Analysis and Management, Fifth Edition, John Wiley and Sosn Inc, New York, hlm.419.
  4. Martin, Petty, Keown, Scot, 1992, Basic Financial Management, Fifth Edition, Prentice Hall International Edition. Hlm. 424. Dalam Sayuti, Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan dan Rentabilitas Modal Sendiri (Studi Terhadap Emitien Non Keuangan di Bursa Efek Jakarta), Tesis, 2005, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung.
  5. Eugene F. Brigam dan Joel F. Houston, 2006, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Salemba Empat, Jakarta (terjemahan). Hlm.33
  6. Pendapat penulis ini hasil dari berbagai referensi dan juga terutama didukung oleh pemikiran yang disampaikan oleh Sayuti, 2005, Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan dan Rentabilitas Modal Sendiri (Studi Terhadap Emiten Non Keuangan di Bursa Efek Jakarta), Tesis, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung.
  7. Eugene F. Brigam dan Joel F. Houston, Op. Cit.,6-7.
  8. George Foster, 1996, Financial Statemen Analysis, Prentice Hall Internasional. Hlm. 65.
  9. Jay M. Smith, K. Fed Skousen, Earl K. Stice and James D. Stice, 1995, Intremediate Accounting, Comprehensive Volume, Twelfth Edition, South-Western College Publishing, Cincinnati Ohio. Hlm. 1080. Sementara format tata letak penulisan disesuaikan dengan kondisi buku ini.
  10. Jay M.Smith, K.Fed Skousen, Earl K.Stice and James D.Stice, lbid.

Komentar

Postingan Populer