KESALAH FAHAMAN TERBESAR UMMAT AKHIR ZAMAN

KESALAH FAHAMAN
TERBESAR UMMAT AKHIR
ZAMAN

Kesalahan terbesar ummat ini merasa bahwa harta dan dirinya adalah miliknya padahal harta dan diri itu adalah milik Allah SWT. Sehingga harta dan diri ini digunakan sesuka hatinya sesuai dengan hawa
nafsunya. Kalaulah kita menganggap bahwa harta dan diri ini adalah milik Allah SWT maka harta dan diri ini akan digunakan sesuai dengan perintah Allah SWT. 
Harta digunakan untuk memuaskan hawa nafsunya bukan sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Diri pun digunakan
senantiasa untuk
memuaskan hawa
nafsunya bukan sesuai
dengan kehendak Allah
SWT.
Ketika bertemu dua
kehendak maka
kehendak hawa nafsulah
yang dia kedepankan
dibanding kehendak Allah
SWT.
Ketika adzan subuh
berkumandang, kehendak
hawa nafsu tarik selimut
tetapi kehendak Allah
SWT lain. Allah SWT
menginginkan kita buang
selimut dan tunaikan
kehendak Allah SWT
untuk shalat berjamaah
kemesjid. Karena kita
merasa diri ini saya yang
punya. Jadi diri ini saya
gunakan sesuka hati
saya. Dia lupa bahwa
dirinya ada yang punya.
Yaitu Allah SWT
Harta yang didapat pun
selalu digunakan untuk
memuaskan hawa
nafsunya. Harta yang
didapat tidak pernah
digunakan untuk
kehendak Allah SWT.
Kita pun sering lupa,
dalam setiap keadaan
yang kita perhatikan
adalah apa kehendak
hawa nafsu saya. Kita
tidak pernah berpikir apa
kehendak Allah dan
Rasulnya pada saat ini.
Sehingga semua aktifitas
kehidupan kita hanya
menuruti apa kehendak
hawa nafsu saya. Padahal
Allah SWT menginginkan
setiap aktifitas kita
sesuai dengan kehendak
Allah dan Rasulnya.
Padahal Rasulullah SAW
sudah memberikan
contoh bagaimana
menggunakan harta dan
diri kita ini sesuai dengan
kehendak Allah SWT.
Ketika ujian disekolah,
maka kita diharamkan
untuk mencontoh atau
mencontek. Tetapi dalam
hal agama kita bahkan
dianjurkan untuk
mencontoh tetapi
mencontoh saja tidak
mau. Untuk mendapatkan
nilai yang bagus maka
kita berusaha mencontoh
atau mencontek teman
kita yang paling pintar
dikelas. Ketika ada
pilihan A atau B dan kita
salah dalam memilih
maka ini akan fatal
akibatnya. Kita bisa
tinggalan kelas.
Ketika
kita dihadapkan dalam
dua pilihan A atau B
dalam kehidupan. A
(kehendak Allah) B
(kehendak nafsu).
Jawabannya pun
sebenarnya sudah
diberikan oleh Rasulullah
SAW. Ketika kamu
dihadapkan kepada dua
pilihan maka pilihlah ini.
Sudah di kasih jawaban
yang bagus tetapi kita
selalu memilih jawaban
yang salah. Maka ketika
kita salah dalam memilih
akibatnya juga akan fatal
yaitu Neraka.
Keyakinan Kita sebagai
ummat akhir zaman pun
sudah berurat berakar
bahkan menghunjam
kedalam hati yang paling
dalam sampai kepada
tulang sum-sum dan
semua pori-pori.
Bahwa
kita lebih menyakini
kehendak hawa nafsu
kita dibanding kehendak
Allah.
Rezeki itu memang betul
dari Allah tetapi kita
harus kerja. Tanpa kita
sadari kita sudah
menafikan Allah.
Pekerjaanlah yang
memberi rezeki kepada
kita.
Seorang wanita telah
lewat didepan kita.
Sungguh cantik wanita ini
tetapi kudisan. Dengan
kudis itu maka hilanglah
cantik wanita tersebut
karena kita
menafikannya.
Satu orang pemuda dia
sangat rajin shalat
berjamaah kemasjid.
Setiap hari pemuda ini
hanya ditemani imam
mesjid shalat berjamaah.
Jadi setiap hari mereka
hanya shalat berdua.
Sang imam setiap hari
datang shalat karena dia
digaji tetapi makmum
sampai dunia kiamat pun
tidak pernah ada yang
digaji. Suatu saat imam
ini bertanya kepada
pemuda tersebut. Kamu
ngapain tiap hari shalat
gak punya kerjaan ya.
Tiap hari kerjanya hanya
shalat jadi dari mana
kamu mendapatkan
rezeki kalau hanya shalat
saja. Makanya kamu itu
harus kerja. Pemuda itu
pun menjawab,
sebenarnya saya kerja
pak, dengan Yahudi yang
ada didekat masjid jadi
saya setiap hari
mendapat roti dari dia.
Sang imam pun berkata,
baguslah kalau kamu
punya pekerjaan. Pemuda
itu berkata, sebenarnya
mulai hari ini bapak tidak
layak lagi jadi imam
karena bapak lebik yakin
jaminan yahudi dibanding
jaminan Allah SWT.
Bukankah Allah SWT
sudah menjamin rezeki
semua makhluk
cibtaannya.
Pastinya datangnya mati
begitulah pastinya
datangnya rezeki.
Tetapi kita tidak pernah
yakin akan janji Allah
SWT.
Keyakinan kitalah yang
sudah rusak dan
keyakinan inilah yang
harus diperbaiki. Seorang
istri selalu berkata, bang,
bang. Ada masalah bang.
Sidikit-sedikit bang. Uang
belanja gak ada bang,
anak kita sakit bang,
biaya anak sekolah kita
bang. Seolah-olah abang
adalah tuhan bagi
seorang istri. Begitu juga
suami, uang adalah tuhan
bagi suami. Tenang dek
kan ada uang. Kita
berobat ke dokter
Spesialis yang paling
terbaik dikota ini.
Tenang
dek, kan ada uang.
Sehingga keyakinan
kepada uang sudah
mendarah daging dalam
kehidupan kita. Ada uang
abang sayang tak ada
uang abang ditendang
karena kita sebagai
suami selalu
menenangkan istri kita
dengan uang bukan
dengan Allah.
Pernahkan kedua bibir
kita ini berkata, ketika
anak sedang sakit. Dek,
kan ada Allah yang maha
memberi kesembuhan.
Kita ambil wudhu’ dan
shalat hajat dua rakaat
mohon kesembuhan
kepada Allah supaya anak
kita disembuhkan sama
Allah baru kita berangkat
kerumah sakit.
Keyakinan kepada
kebendaan inilah yang
mau kita hapus dan
memasukkan sepenuhnya
keyakinan kepada Allah
SWT.
Tiada hal yang paling
Indah selain
dikenalkannya dengan
usaha dakwah
Sebelum kita kenal
dengan dakwah. Kita
merasa bisa mengalahkan
Allah
Yang menjaga anak dan
istri itu SAYA
Yang menjaga toko itu
SAYA
Yang kasih makan anak
dan istri itu SAYA
Yang jaga Pesantren ini
SAYA
Kita merasa lebih hebat
dari Allah
Merasa bisa
mengalahkan Allah
Merasa bisa melemahkan
Allah
Setelah kenal usaha
dakwah barulah kita
sadar bahwa saya ini hina
dan lemah. Tidak bisa
buat apa-apa selain
bantuan ALLAH
4 bulan adalah jalan
untuk menghilangkan
kesyirikan dan kesalah
fahaman yang ada
didalam hati kita.
Bahwa
harta dan diri ini
bukanlah milik saya
tetapi milik Allah dan
senantiasa digunakan
untuk membela agama
Allah.
Maka berjalanlah kamu
(kaum musyrikin) di muka
bumi selama empat bulan
dan ketahuilah bahwa
sesungguhnya kamu tidak
akan dapat melemahkan
Allah (QS. At Taubah : 2)
Setelah kita keluar 4
bulan baru kita sadar kita
tidak bisa melemahkan
Allah sedikip pun. Barulah
keyakinan itu akan
berubah.
Yang menjaga anak dan
istri itu ALLAH
Yang menjaga toko itu
ALLAH
Yang kasih makan anak
dan istri itu ALLAH
Yang jaga Pesantren ini
ALLAH
Setiap langkah dan gerak
gerik kita pun dengan
kehendak Allah bukan
kehendak hawa nafsu
kita.

ASTAGHFIRULLAH

Komentar

  1. Playtech, Casino and Sports Betting - JSHub
    Playtech, 창원 출장샵 Casino 강릉 출장마사지 and Sports Betting - The hottest brand in the 여주 출장샵 industry. Playtech offers the latest in technology and 제천 출장마사지 a wide range 통영 출장안마 of betting

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer