EKONOMI INTERNASINAL

ARUS MODAL INTERNASIONAL

Arus perdagangan barang internasional secara langsung maupun tidak langsung mempunyai hubungan kasual dengan arus perdagangan jasa internasional, sperti teknologi, tenaga kerja, dan khususnya arus modal internasional. Sehubungan dengan arus modal, dapat kiranya dipahami bahwa untuk melakukan transaksi perdagangan barang internasional di satu pihak tentu diperlukan modal internasional dan di lain pihak transaksi tersebut mengahasilkan keuntungan yang akhirnya akan terakumulasi menjadi modal baru yang akan diinvestasikan lagi untuk lebih meningkatkan keuntungan.
Hubungan kasual antara transaksi perdagangan barang internasional dan modal sebagai salah satu faktor produksi tentu akan menimbulkan arus modalsecara internasional karena adanya negara atau wilayah yang memiliki banyak modal (capital abundant) dan ada pula yang mengalami kelangkaan modal (capital scarce). Di samping itu, sebagai suatu faktor produksi, modal tentu memiliki marginal product. Dalam arti, makin banyak modal, maka makin kecil remunirasi (return) yang diperoleh. Sebaliknya, makin langkah modal, makan makin tinggi hasil yang diperoleh. Hal ini juga menyebabkan timbulnya arus modal internasional yang mengalir dari suatu wilayah kelebihan modal ke wilayah yang kekurangan modal untuk mencari return setinggi mungkin.
Secara umum arus modal internasional ini dapat bersifat hal-hal berikut:
  1. Portofolio investment, yaitu arus modal internasional dalam bentuk investasi aset-aset finansial, seperti saham (stock), obligasi (bond), dan commercial papers lainnya. Arus portofolio investment inilah yang saat ini paling banyak dan cepat mengalir ke seluruhpenjuru dunia melalui pasar uang dan pasar modal di pusat-pusat keuangan internasional, seperti New York, London, Paris, Frankurt, Tokyo, Hong Kong, Singapura.
  2. Direct investment, yaitu investasi riil dalam bentuk pendirian perusahaan, pembangunan pabrik, pembelian barang modal, tanah, bahan baku, dan persediaan di mana investor terlibat langsung dalam manajemen perusahaan dan mengontrolpenanaman modal tersebut. Direct investment ini biasanya dimulai dengan pendirian subsidary atau pembelian saham mayoritas dari suatu perusahaan. Dalam konteks perusahaan multinasional (MNC) dengan operasi dibidang manufaktur, industri pengolaan, ekstraksi sumber alam, industri jasa, dan sebagainya.


  1. MOTIF ARUS MODAL INTERNASIONAL
  1. Portofolio investment
  1. High Return

Motif dasar dari internasional portofolio investment adalah untuk mencari tingkat hasil yang tinggi.      

Komentar

Postingan Populer