CONTOH PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

  1. Identitas Mahasiswa
Nama : Mulia Muhlis
Nim : 116120114
Jurusan : Manajemen/Strata 1
Konsentrasi : Manajemen Keuangan

  1. Judul Proposal Penelitian
ANALISIS BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA OPERASIAONAL TERHADAP LABA PADA UD.OPIQ MAROS”

  1. Latar Belakang
Sejalan dengan berkembangnya dunia usaha, maka masalah pembelanjaan di samping masalah produksi, pemasaran dan personalia, merupakan masalah sentral dalam upaya mencapai tujuan.
Fungsi pembelanjaan tidak dapat dipisahkan dari fungsi-fungsi lainnya di dalam kegiatan usaha. Kegagalan dalam menempatkan dana akan menghambat pembelian bahan mentah dan selanjutnya akan membuat produksi, hambatan terhadap produksi akan mempengaruhi pula terhadap kemampuan perusahaan untuk dapat menarik tenaga ahli yang merupakan potensi perusahaan. Jadi dapatlah dikatakan bahwa masalah lainnya merupakan masalah yang penting.
Masalah pembelanjaan bukan saja menyangkut usaha mendapatkan dana dengan cara yang paling menguntungkan, tetapi juga meliputi masalah bagaimana menggunakan dana tersebut dalam memperoleh laba, dimana dalam pengalokasian dana sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup perusahaan. Untuk menunjang pencapaian laba dalam mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan, maka diperlukan suatu perencanaan.

  1. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu upaya untuk mengetahui secara tersirat yang dicari jawabannya. Hal ini penting karena menjadi penentu bagi langkah selanjutnya, disamping itu untuk mencapai tujuan penelitian, kegiatan penelitian juga digunakan untuk mengetahui kebenaran atau ketidak benaran suatu obyek tertentu. Berdasarkan latar belakang permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

  1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan hal yang sangat mendasar dalam menentukan langkah-langkah yang akan dilaksanakan. Disamping itu tujuan penelitian juga dapat dijadikan alat untuk mengoreksi kegiatan yang sedang dilakukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah:

  1. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
  1. Sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu pengetahuan manajemen, konsentrasi manajemen keuangan pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YAPIM.


  1. Tinjauan Pustaka
  1. Pengertian biaya
Konsep biaya merupakan konsep yang terpenting dalam akuntansi manajemen dan akuntansi biaya. Adapun tujuan memperoleh informasi biaya digunakan untuk proses perencanaann pengendalian dan pembuatan keputusan.
Menurut Hansen dan Mowen (2004:04), biaya didefenisikan sebagai kas atau nilai quivalen kas yang di korbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi.
Menurut Supriono (2000:185), biaya adalah pengorbanan ekonomis yang dibuat untuk memperoleh barang atau jasa.
Menurut Harnanto dan Zulkifli (2003:14) adalah sesuatu yang berkonotasi sebagai pengurang yang harus dikorbankan untuk memperoleh tujuan akhir yaitu mendatangkan laba. Jadi menurut beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan kas atau nilai equivalen kas yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang atau jasa yag diharapkan guna untuk memberikan suatu manfaat yaitu peningkatan laba di masa mendatang.
Menurut Mulyadi (2005:13), biaya digolongkan sebagai berikut:
  1. Obyek pengeluaran, di mana prinsip dari penggolongan biaya ini berkaitan dengan pengeluaran. Misalnya : biaya untuk membayar gaji karyawan tersebut disebut biaya gaji.
  2. Fungsi pokok perusahaan, dalam perusahaan manufaktur biaya diklasifikasikan menjadi :
  1. Biaya produksi yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi , terdiri dari biaya bahanbaku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
  2. Biaya pemasaran, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk atau jasa biasanya dalam rangka mendapatkan dan memenuhi pesanan.
  3. Biaya administrasi dan umum, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengarahkan, mengendalikan dan untuk mengoperasikan perusahaan.
  1. Hubungan biaya dengan suatu yang dibiayai, diklasifikasikan menjadoi:
  1. Biaya langsung, adalah biaya yang terjdi karena ada sesuatu yang dibiayai.
  2. Biaya variabel adalah biaya yang terjadi tidak tergantung kepada ada atau tidak adanya sesuatu yang dibiayai.
  1. Hubungan biaya dengan volume kegiatan, diklasifikasikan menjadi:
  1. Biaya variabel / Variable Cost
Biaya yang bervariasi secara proposional dengan quantitas yang diproduksi.
  1. Biaya tetap / Fix Cost
Biaya yang jumlah totalnya tetap walau kuantitas yang diproduksi berubah dalam kapasitas normal / range tertentu.
  1. Biaya semi variabel
Biaya yang berubah-ubah dalam hubungannya dengan perubahan kuantitas yang diproduksi tetapi perubahannya tidak proporsional
  1. Atas dasar waktu, dibagi menjadi:
  1. Biaya periode sekarang atau pengeluaran pengasilan (revenue expenditure), adalah biaya yang telah dikeluarkan dan menjadi beban pada periode sekarang untuk mendapatkan penghasilan periode sekarang.
  2. Biaya periode yang akan datang atau pengeluaran modal (capital expenditure), adalah biaya yang telah dikeluarkan dan manfaatnya dinikmati selama lebih dari suatu periode akutansi.
  1. Hubungannya dengan perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan, biaya ini dikelompokan ke dalam gilongan yaitu:
  1. Biaya standar dan biaya dianggarkan.
  1. Biaya standar, merupakan biaya yang di tentukan di muka (predetemine cost) yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya di keluarkan untuk menghasilkan satu unit produk.
  2. Biaya yang dianggarkan, merupakan perkiraan total pada tingkat produksi yang direncanakan.
  1. Biaya terkendali dan biaya tidak terkendali.
  1. Biaya terkendali (controllable cost), merupakan biaya yang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer tertentu.
  2. Biaya tidak terkendali (uncontrollable cost), merupakan biaya yang tidak secara langsung dikelolah oleh otoritas manajer tertentu.
  1. Biaya tetap commited discretionary
  1. Biaya tetap commited,merupakan biaya tetap yang timbul dan jumlah maupun pengeluarannya dipengaruhi oleh pihak ketiga dan tidak bisa dikendalikan oleh manajemen.
  2. Biaya tetap discretionary, merupakan biaya tetap yang jumlahnya di pengaruhi oleh keputusan manajemn.
  1. Biaya variabel teknis dan biaya kebijakan
  1. Biaya variabel teknis (einginereed variabel cost), adalah biaya variabel yang sudah di programkan atau di standarkan seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
  2. Biaya variabel kebijakan (discretionary variabel cost), adalah biaya variabel yang tingkat variabbilitasnya dipengaruhi kebijakan manajemen.
  1. Biaya relevan dan biaya tidak relevan
  1. Biaya relevan (relevan cost), dalam pembuatan keputusan merupakan biaya yang secara langsung dipengaruhi oleh pemilihan alternatif tindakan oleh manajemn.
  2. Biaya tidak relevan (irrelevant costs), merupakan biaya yang tidak dipengaruhi oleh keputusan manajemen.
  1. Biaya terhindarkan dan biaya tidak terhindarkan
  1. Biaya terhindarkan (avoidable costs), adalah biaya yang dapat dihindari dengan diambilnya suatu alternatif keputusan.
  2. Biaya tidak terhindarkan (unavoidable costs), adalah biaya yang tidak dapat dihindari pengeluarannya.
  1. Biaya diferensial dan biaya marjinal
  1. Biaya deferensial (differensial cost), adalah tambahan total biaya akibat adanya tambahan penjualan sejumlah unit tertentu.
  2. Biaya marjinal (marjinal costs), adalah biaya dimana produksi harus sama dengan penghasilan marjinal jika ingin memaksimalkan laba.
  1. Biaya kesempatan (opportunity costs), merupajkan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu.

  1. Kerangka Pikir
Kerangka pikir di buat untuk mengetahui gambaran tentang alur proses perencanaan laba pada perusahaan UD. OPIQ Kab. Maros
Lebih lanjutnya dapat digambarkan pada skema sebagai berikut:

  1. Penelitian Terdahulu

  1. Hipotesis

  1. Alokasi Waktu Penelitian
Untuk lebih memfokuskan kegiatan penelitian dalam memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian nantinya, maka penulis memilih lokasi dan obyek yaitu pada Perusahaan UD. OPIQ di Jl. Dr. Ratulangi Kabupaten Maros.

  1. Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan informasi mengenai data yang relevan dengan asumsi penulisan skripsi ini dengan lebih baik, maka penulis menggunakan dua metode pengumpulan data yaitu:
  1. Penelitian lapangan (field research), yaitu dengan melakukan penelitian langsung ke obyek penelitian dengan cara wawancara langsung dengan pimpinan dan karyawan perusahaan.
  2. Penelitian pustaka (library research), yaitu dengan mempelajari beberapa literature yang ada hubungannya dengan penulisan skripsi ini untuk melengkapi data yang diperoleh di lapangan serta untuk mendapatkan suatu kerangka teori yang akan dipakai sebagai bahan acuan.

  1. Jenis dan Sumber Data
Adapun jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Jenis data
  1. Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara berupa gambaran umum perusahaan dan kebijakan-kebijakan perusahaan yang memerlukan pengolahan.
  2. Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka-angka yang diperoleh perusahaan yang berkaitan serta hasil analisis data.
  1. Sumber data
Sumber data atau informasi yang akan digunakan dala penelitian ini adalah :
  1. Data primer, yaitu data yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pimpinan atau karyawan UD.OPIQ Kab. Maros yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.
  2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen perusahaan serta informasi-informasi yang tertulis lainnya yang berasal dari pihak yang erat kaitannya dengan pembahasan ini.

  1. Metode Analisis




























Komentar

Postingan Populer